Search This Blog

Nabak Kimchi: Resep Versi Halal

Nabak Kimchi: Resep Versi Halal

Nabak kimchi, kimchi tradisional Korea yang dibumbui dengan sawi putih (lobak) yang difermentasi, merupakan makanan sampingan yang populer dan hidangan nasional bagi masyarakat Korea. Namun, resep kimchi tradisional menggunakan saus ikan, yang tidak halal bagi umat Muslim. Artikel ini memberikan resep versi halal dari nabak kimchi, sehingga umat Muslim juga bisa menikmati hidangan lezat ini.

Bahan-bahan:

  • 1 kepala sawi putih (lobak), sekitar 2 kg
  • 2 liter air
  • 5 sendok makan garam laut kasar
  • 10 siung bawang putih, cincang
  • 150 gram jahe, parut
  • 1 cangkir bubuk cabai merah kasar (gochugaru)
  • 1/2 cangkir cabai merah halus (gochujang)
  • 1/4 cangkir kecap asin halal
  • 1/4 cangkir daun bawang, cincang
  • 1/4 cangkir wortel, parut
  • 1/4 cangkir lobak, parut

Langkah-Langkah Pembuatan:

  1. Potong sawi putih: Potong sawi putih menjadi empat bagian memanjang, lalu potong melintang menjadi potongan-potongan berukuran 2,5 cm x 5 cm.
  2. Celupkan sawi putih ke dalam air garam: Dalam mangkuk besar, larutkan garam laut dalam air. Rendam potongan sawi putih dalam larutan selama 2-3 jam. Bilas sawi putih hingga bersih dan tiriskan.
  3. Buat pasta kimchi: Dalam mangkuk besar, campurkan bawang putih, jahe, bubuk cabai merah, cabai merah halus, kecap asin, daun bawang, wortel, dan lobak. Aduk hingga tercampur rata.
  4. Balurkan pasta kimchi ke sawi putih: Oleskan pasta kimchi ke semua sisi potongan sawi putih secara merata.
  5. Simpan dalam wadah kedap udara: Pindahkan sawi putih kimchi ke dalam wadah kedap udara. Tekan dengan kuat untuk menghilangkan udara.
  6. Fermentasi: Simpan wadah kimchi di tempat yang gelap dan sejuk (sekitar 10-15°C) selama 2-3 hari. Selama proses fermentasi, kimchi akan mengeluarkan gas. Buka wadah secara berkala untuk melepaskan gas.
  7. Sajikan: Setelah fermentasi selesai, nabak kimchi siap disajikan sebagai makanan sampingan atau sebagai bahan dalam hidangan lainnya.

Catatan:

  • Gunakan bahan-bahan halal, seperti saus ikan halal atau penggantinya.
  • Simpan kimchi di lemari es hingga 3 bulan.
  • Nabak kimchi yang difermentasi dengan benar akan memiliki rasa asam dan pedas yang khas.
  • Jika Anda tidak dapat menemukan bubuk cabai merah kasar, Anda dapat menggunakan bubuk cabai merah biasa yang dihaluskan dengan blender.

Keharaman Nabak Kimchi Tradisional

Resep nabak kimchi tradisional menggunakan saus ikan (eomuk jaka) sebagai salah satu bahan utamanya. Saus ikan terbuat dari ikan yang difermentasi, yang dianggap tidak halal bagi umat Muslim karena merupakan makanan laut yang hidup di air asin. Menurut hukum syariah, hanya makanan laut yang hidup di air tawar yang dianggap halal. Oleh karena itu, nabak kimchi tradisional diharamkan bagi umat Muslim.

FAQs Resep Nabak Kimchi (나박김치) Versi Halal

Apa itu Nabak Kimchi?

Nabak kimchi adalah kimchi lobak yang pedas dan gurih, salah satu makanan pendamping paling populer dalam masakan Korea. Kimchi ini dibuat dengan lobak yang difermentasi bersama berbagai bumbu dan bahan, termasuk cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, dan kecap ikan.

Mengapa resep ini halal?

Resep ini telah dimodifikasi untuk menjadi halal dengan mengganti kecap ikan dengan kecap asin atau kecap halal lainnya. Ini memastikan bahwa hidangan tersebut sesuai untuk dikonsumsi oleh umat Islam.

Bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan?

Berikut adalah bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Nabak Kimchi versi halal:

  • Lobak putih besar
  • Garam laut kasar
  • Gula pasir
  • Kecap asin atau kecap halal
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Jahe
  • Cabai merah kering atau bubuk cabai
  • Serpihan cabai
  • Bombay
  • Wortel
  • Bawang perai
  • Daun bawang

Bagaimana cara membuatnya?

Langkah 1: Siapkan lobak

  • Kupas dan potong lobak menjadi potongan korek api berukuran sekitar 5 cm x 1 cm.
  • Taburkan garam laut kasar ke atas lobak dan aduk rata.
  • Diamkan selama 2-3 jam untuk mengeluarkan air dari lobak.

Langkah 2: Buat bumbu

  • Dalam mangkuk besar, campur gula pasir, kecap asin, bawang putih cincang, bawang merah cincang, jahe parut, cabai merah kering atau bubuk cabai, serpihan cabai, dan 1/4 cangkir air.
  • Aduk rata hingga bumbu tercampur rata.

Langkah 3: Tiriskan lobak

  • Setelah lobak sudah cukup mengeluarkan cairan, bilas dengan air dingin dan tiriskan dalam saringan.
  • Tekan lobak dengan tangan atau dengan penghancur kentang untuk menghilangkan sisa air.

Langkah 4: Campur lobak dan bumbu

  • Masukkan lobak yang sudah ditiriskan ke dalam mangkuk berisi bumbu dan aduk rata.
  • Pastikan semua lobak terlapisi dengan bumbu.

Langkah 5: Siapkan sayuran lain

  • Kupas dan potong bawang bombay menjadi irisan tipis.
  • Cuci dan potong wortel menjadi korek api.
  • Cuci dan potong bawang perai menjadi irisan tipis.
  • Cuci dan potong daun bawang menjadi potongan sepanjang 5 cm.

Langkah 6: Tambahkan sayuran lain

  • Tambahkan bawang bombay, wortel, bawang perai, dan daun bawang ke dalam campuran lobak dan aduk rata.

Langkah 7: Fermentasi

  • Pindahkan kimchi ke dalam wadah kedap udara yang besar.
  • Jika menggunakan kimchi berukuran besar, tekan kimchi dengan pemberat untuk mengeluarkan udara.
  • Biarkan wadah tidak tertutup rapat pada suhu ruang selama 2-3 hari untuk memulai proses fermentasi.

Langkah 8: Simpan

  • Setelah 2-3 hari, tutup wadah dengan rapat dan simpan di lemari es selama setidaknya 2 minggu sebelum disajikan.

Tips:

  • Untuk rasa kimchi yang lebih pedas, gunakan lebih banyak cabai merah kering atau bubuk cabai.
  • Jika tidak suka terlalu pedas, rendam cabai merah kering dalam air selama beberapa jam sebelum digunakan.
  • Tambahkan seafood seperti udang atau kerang ke kimchi untuk variasi rasa.
  • Simpan kimchi di lemari es hingga 3 bulan.

Pertanyaan Umum:

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memfermentasi kimchi?

Proses fermentasi biasanya memakan waktu 2-3 minggu. Waktu yang dibutuhkan akan bervariasi tergantung pada suhu dan jenis wadah yang digunakan.

Apakah kimchi aman dikonsumsi setelah disimpan dalam waktu lama?

Ya, kimchi aman dikonsumsi setelah disimpan dalam waktu lama selama disimpan dengan benar di lemari es. Kimchi yang difermentasi dengan benar akan mengembangkan bakteri baik yang menguntungkan kesehatan.

Bagaimana mengetahui apakah kimchi sudah matang?

Ketika kimchi sudah matang, kimchi akan menunjukkan bau asam yang tajam dan rasa asam serta pedas. Kimchi yang sudah matang juga akan memiliki warna merah cerah dan tekstur yang renyah.

Apakah kimchi mengandung alkohol?

Kimchi mengandung sedikit alkohol sebagai bagian alami dari proses fermentasi. Namun, kadar alkohol dalam kimchi sangat rendah dan tidak menimbulkan kekhawatiran.

Apakah kimchi merupakan bahan yang sehat?

Ya, kimchi adalah bahan yang sehat karena mengandung serat, vitamin, dan mineral. Kimchi juga merupakan sumber probiotik, bakteri baik yang menguntungkan kesehatan pencernaan.

Post a Comment